Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia, Eddy Wijaya selaku Ketua Umum Yayasan Wijaya Peduli Bangsa mengunjungi Bank Sampah Induk Kumala yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di tempat ini, sampah plastik, kertas, hingga kayu bekas diolah menjadi produk bermanfaat seperti gelas kayu, paper bag, bahkan souvenir cantik.
Proses pengumpulan dimulai dari penimbangan, pemilahan, hingga pengepresan manual. Tidak hanya plastik bening, Bank Sampah Induk Kumala juga menerima berbagai jenis sampah plastik berwarna. Bahkan, kayu palet bekas pun mereka olah menjadi produk bernilai jual tinggi. Kreativitas warga setempat membuat program ini menjadi solusi ekonomi dan lingkungan sekaligus.
Melalui aksi nyata Bank Sampah Induk Kumala, kita melihat langsung bagaimana edukasi lingkungan diterapkan dan ekonomi sirkular dijalankan dengan baik. Yayasan Wijaya Peduli Bangsa berharap gerakan seperti ini mampu menginspirasi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap sampah dan dampak buruknya pada lingkungan.




