Jakarta – Penyandang disabilitas ganda adalah mereka yang menghadapi tantangan fisik sekaligus mental. Mereka adalah kelompok yang sering terlupakan. Kehadiran mereka kerap luput dari perhatian masyarakat, bahkan keluarga terdekat. Untuk memperingati Hari Disabilitas International yang jatuh pada 3 Desember, Yayasan Wijaya Peduli Bangsa mengambil langkah nyata dengan mengunjungi Wisma Tuna Ganda Palsigunung di Cimanggis, Depok, untuk berbagi kasih dan perhatian.
Dalam kunjungan ini, Kristanti selaku Kepala Wisma Tuna Ganda, menyampaikan tantangan besar dalam merawat penyandang disabilitas ganda. Ia menjelaskan bahwa anak-anak di bawah usia 10 tahun atau balita lebih mudah dididik dan ditangani dibandingkan yang telah berusia di atas 20 tahun. Oleh karena itu, Wisma Tuna Ganda kini fokus menampung anak-anak balita, yang mayoritas berasal dari dinas sosial atau bakti sosial, sementara mereka yang memiliki keluarga cenderung tidak diterima lagi karena banyaknya orangtua yang melupakan tanggung jawab terhadap anak-anak mereka.
Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi Yayasan Wijaya Peduli Bangsa untuk menunjukkan bahwa kepedulian sejati tidak mengenal batas. Anak-anak di Wisma Tuna Ganda membutuhkan lebih dari sekadar tempat tinggal; mereka membutuhkan cinta, perhatian, dan dukungan untuk menghadapi tantangan hidup mereka.
Dalam setiap interaksi, senyuman dan tawa kecil dari anak-anak penyandang disabilitas ganda menjadi pengingat betapa berharganya kasih yang tulus. Mereka mengajarkan kita tentang arti kekuatan, keberanian, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan.
Bagi Yayasan Wijaya Peduli Bangsa, kunjungan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Komitmen untuk terus membantu mereka yang kurang beruntung adalah bagian dari misi besar untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan kebahagiaan.



