Jakarta – Pada 23 Juli lalu, Eddy Wijaya selaku Ketua Umum Yayasan Wijaya Peduli Bangsa bersama para relawan mengunjungi Sekolah dan Sanggar S.A.J.A. untuk berbagi kasih sekaligus merayakan Hari Anak Nasional 2025. Pada momen ini, Tondy Nugroho sebagai perwakilan relawan dari Yayasan Wijaya Peduli Bangsa berkesempatan untuk berbincang dengan Ibu Nurlailah, S.Pd., atau yang akrab disapa Bu Nunu sebagai salah satu tenaga pengajar di sekolah yang berlokasi di Penjaringan, Jakarta Utara.
Selama 13 tahun, Bu Nunu setia mengajar anak-anak di sekolah yang dulunya berdiri di bawah kolong jembatan Jakarta Utara. Setiap harinya, Bu Nunu menempuh perjalanan jauh dari Bogor demi memastikan anak-anak didiknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Bu Nunu berbagi tantangan yang ia hadapi mulai dari minimnya dukungan orang tua, pengaruh lingkungan yang negatif, hingga pentingnya menjaga motivasi belajar anak. Tak terkecuali transformasi murid-muridnya yang dulu enggan bersekolah, kini telah menjadi siswa yang berprestasi.
Sosok Bu Nunu menjadi representasi dari perjuangan, kesetiaan dan cinta kasih akan dunia pendidikan anak-anak tanpa memandang latar belakang mereka. Semoga apa yang menjadi perjuangan Bu Nunu mampu mengetuk hati banyak orang untuk semakin peduli dengan dunia pendidikan, mengingat Yayasan Wijaya Peduli Bangsa meyakini bahwa setiap anak-anak berhak untuk bermimpi besar dan mendapatkan pendidikan yang layak sebagai fondasi masa depan mereka.




