Jakarta – Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2025 pada 23 Juli lalu, Eddy Wijaya selaku Ketua Umum Yayasan Wijaya Peduli Bangsa bersama para relawan mengunjungi Sekolah dan Sanggar S.A.J.A. di Penjaringan, Jakarta Utara. Didirikan oleh Reinhard Hutabarat sejak tahun 2001, sekolah ini menyasar anak-anak jalanan, penghuni kolong tol, dan warga yang tidak memiliki akses pendidikan formal karena kendala administrasi maupun ekonomi.
Tanpa biaya dan bantuan tetap dari pemerintah, pria yang akrab disapa Pak Rendy itu menyulap bekas gudang sampah menjadi ruang belajar yang nyaman bersama timnya. Di sekolah ini, anak-anak tak hanya belajar baca tulis, tapi juga diberi pendidikan karakter, bahasa Inggris, komputer, musik, hingga marching band. Bersyukur, Sekolah dan Sanggar S.A.J.A. mendapat bantuan dari lembaga sosial asing Perancis, Poor les Enfants de la Rue (PER), untuk renovasi ruang belajar hingga kanopi halaman sekolah.
Aksi nyata Sekolah dan Sanggar S.A.J.A. menjadi bukti bahwa setiap anak berhak untuk mengakses pendidikan, bermimpi setinggi langit dan mengejar masa depan yang lebih cerah. Besar harapan Yayasan Wijaya Peduli Bangsa agar lebih banyak hati yang tergerak untuk ikut dan mendukung perubahan dalam aspek pendidikan anak-anak.




