Jakarta – Eddy Wijaya selaku Ketua Umum Yayasan Wijaya Peduli Bangsa mengunjungi Bank Sampah Induk Kumala bersama para relawan yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia yang jatuh pada 3 Juli 2025 lalu. Dimulai dari unit kecil di tahun 2016, Bank Sampah Induk Kumala kini menjadi bank sampah percontohan nasional, dengan penghargaan tingkat provinsi dan nasional berkat program daur ulang yang melibatkan anak-anak jalanan dan masyarakat sekitar.
Kepada Syarifah Yunita sebagai perwakilan dari relawan Yayasan Wijaya Peduli Bangsa, Kang Cecep menceritakan bagaimana Bank Sampah Kumala bekerja sama dengan pemerintah, perusahaan seperti Pertamina dan Transjakarta, serta mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Mereka bahkan punya sistem “menabung dengan sampah”, yang bisa dicairkan dan digunakan untuk kepentingan sosial.
Melalui edukasi langsung ke kelurahan dan RW, Bank Sampah Induk Kumala mendorong perubahan dari rumah ke rumah dengan pesan utama yang sederhana: “Ayo nabung, ayo peduli”. Karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Yayasan Wijaya Peduli Bangsa berharap gerakan seperti ini mampu menginspirasi dan menjangkau lebih banyak pihak untuk lebih peduli terhadap sampah serta dampak buruknya pada lingkungan, terutama di masa mendatang.




